Augmented Reality
Augmented Reality
Pengertian Augmented
Reality
AR (augmented reality), adalah teknologi yang
menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah
lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut secara realitas dalam
waktu nyata. Realitas tertambah dapat diaplikasikan untuk semua indera,
termasuk pendengaran, sentuhan, dan penciuman. Selain digunakan dalam
bidang-bidang seperti kesehatan, militer, industri manufaktur maupun dunia
pendidikan. Teknologi AR ini dapat menyisipkan suatu informasi tertentu ke
dalam dunia maya dan menampilkannya di dunia nyata dengan bantuan perlengkapan
seperti webcam, komputer, HP Android, maupun kacamata khusus.
Apakah ini
terdengar sama dengan Virtual
Reality atau VR? AR dan VR memang
hampir sama, namun ada perbedaan besar di antara keduanya. Jika Virtual Reality membawa seseorang ke dalam ‘dunia’
berbeda untuk merasakannya, beda halnya dengan Augmented Reality. Teknologi AR
berhubungan dengan dunia nyata. Jadi, AR adalah kenampakan lingkungan fisik dunia nyata, dibarengi
dengan gambar yang dihasilkan komputer sehingga mengubah persepsi realitas.
Contohnya,
merk cat terkenal, Dulux, mempunyai sebuah aplikasi dimana seseorang
dapat mengubah warna dinding rumahnya dalam seketika. Hal yang perlu dilakukan
adalah mengarahkan smartphone Anda ke arah dinding yang ingin dicat
ulang. Setelah itu, Anda hanya perlu memilih warna cat untuk dicoba dan warna
dinding Anda akan berubah dalam seketika. Tentu saja, warna dinding Anda tidak
betul-betul berubah di dalam dunia nyata, namun Anda dapat melihat perubahannya
melalui aplikasi di smartphone Anda. Augmented Reality juga dapat ditemukan pada media sosial
seperti Instagram. Apakah Anda mempunyai akun Instagram? Jika ya, kemungkinan besar Anda pernah menggunakan teknologi AR.
Pada fitur story di Instagram, Anda dapat melakukan selfie dengan
berbagai macam bingkai atau disebut filter. Ketika
Anda menggunakan fitur filter ini, wajah Anda tidak berubah sama
sekali di dunia nyata, bukan? Hanya saja, wajah Anda berubah di layar smartphone. Itulah teknologi augmented
reality, sebuah teknologi yang
berhubungan dengan dunia nyata. Kedua contoh ini, membuktikan bahwa Dulux dan Instagram menggunakan AR interactive.
Cara Kerja Augmented
Reality
AR dapat ditampilkan
pada berbagai perangkat seperti kacamata, layar, ponsel, dan sebagainya. Agar
perangkat berfungsi dengan baik, sejumlah data tertentu dalam bentuk video,
gambar, animasi, dan model 3D perlu digunakan.
Sehingga, orang
bisa melihat hasilnya dalam cahaya buatan dan alami. AR menggunakan teknologi
SLAM (Simultaneous Localization and Mapping), sensor, dan pengukur
kedalaman. Misalnya, mengumpulkan data sensor untuk menghitung jarak dari
lokasi sensor ke objek.
Komponen Augmented Reality
Ø Kamera dan Sensor
Ø Proyeksi
Ø Refleksi
Jenis Teknologi Augmented
Reality
Ada beberapa
kategori teknologi augmented reality, masing-masing memiliki perbedaan dan kegunaan dalam pengaplikasiannya
sebagai berikut:
Ø Marker-Based Augmented Reality
Ø Markerless Augmented Reality
Ø Projection Based Augmented Reality
Ø Superimposition Based Augmented Reality
Penerapan Augmented
Reality di Berbagai Bidang
Berikut ini adalah
beberapa contoh penerapan teknologi augmented reality di
beberapa bidang yang telah dilakukan.
Ø Games: Pokemon Go!
Pokemon Go!
rupanya masih memiliki penggemar. Tetapi, bagian utama dari daya tarik
permainan ini adalah cara menggabungkan dunia nyata dengan karakter Pokemon
favorit kamu. Games ini adalah definisi AR yang menyenangkan untuk
di-boot. Sebenarnya, banyak game lain yang telah
menyalin konsep yang sama, misalnya Jurassic Park dan game AR
bertema Harry Potter. Meskipun contoh-contoh ini murni untuk rekreasi, visual
yang ditunjukkan akan membuat kamu seolah-olah masuk dalam dimensi lain.
Ø Pelatihan
Medis
AR sekarang
digunakan dalam pelatihan medis. Aplikasinya berkisar dari penggunaan peralatan
MRI hingga melakukan operasi yang sangat rumit.
Di Klinik Cleveland, Case Western Reserve University, siswa diajarkan seluk
beluk anatomi menggunakan headset AR. Teknologi ini
memungkinkan mereka mempelajari tubuh manusia tanpa perlu membedah mayat atau
menonton operasi langsung.
Namun, hal ini tidak terbatas pada pelatihan saja. AR juga memiliki aplikasi
yang dapat diterapkan selama operasi tanpa perlu kamera dan probe invasif yang
masih tradisional.
Ø Helm
F-35
Helm ini dirancang
khusus untuk melapisi fitur AR seperti rekaman real time dari jajaran kamera eksternal
pejuang secara langsung ke bidang pandang pilot.
Sistem ini memungkinkan pilot untuk melihat pemandangan 360 derajat di sekitar
pesawat mereka. Pilot juga dapat memperbesar area yang diamati dan juga di-ping
oleh pesawat jika potensi ancaman terdeteksi. Teknologi ini juga memberi pilot
"penglihatan malam digital", HUD (Head-Up Display) virtual, informasi
sistem senjata, penargetan fungsi sistem, dan memiliki kapasitas untuk
menambahkan fitur baru di masa depan.
Ø TV Broadcast
Dari siaran cuaca hingga
acara olahraga, AR menjadi semakin umum di TV kamu. AR sangat cocok untuk
aplikasi semacam ini dan benar-benar menawarkan pelajaran baru bagi masyarakat umum.
AR dapat digunakan dalam film dokumenter pendidikan, acara olahraga langsung,
atau pelaporan berita langsung lainnya untuk membantu kamu memahami subjek yang
lebih esoteris. Misalnya, liputan berita Pemilihan Umum BBC.
Pemanfaatan Teknologi
AR dalam Pembelajaran
Pemanfaatan media pembelajaran dengan AR sangat bermanfaat
dalam meningkatkan proses belajar serta minat peserta didik dalam belajar
karena dalam AR sendiri memiliki aspek-aspek hiburan yang dapat meningkatkan
minat peserta didik dalam belajar dan bermain serta memproyeksikannya secara
nyata dan melibatkan interaksi seluruh panca indera peserta didik dengan
teknologi AR ini. Hal ini disebabkan karena AR memiliki karakteristik serta
fungsi yang hampir sama dengan media pembelajaran yaitu berfungsi menyampaikan
informasi antara penerima dan pengirim atau pendidik dengan peserta didik, dapat
memperjelas penyampaian informasi yang diberikan pendidik dan peserta didik
dalam proses pembelajaran, dapat memberikan rangsangan motivasi serta
ketertarikan dalam pembelajaran. Peralatan Pendukung Augmented Reality.
Untuk menjalankan sistem AR, minimal
terdiri atas kamera, perangkat display, dan dalam kasus-kasus tertentu
memerlukan perangkat khusus untuk berinteraksi dengan objek virtual. Perangkat
utama yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi berbasis AR, yaitu display,
perangkat input tracking, dan komputer. Perangkat display digunakan untuk
menampilkan gambar atau output hasil proses komputer.
Ada tiga jenis display dalam AR yang
pertama HMD (Head Mounted Device) yaitu sebuah display yang dipakai
kepenggunaannya untuk menampilkan gambar hasil penggabungan lingkungan virtual
dengan lingkungan nyata. Bentuknya bisa seperti helm, atau seperti kacamata
yang merupakan handheld display yaitu semacam perangkat genggam yang memiliki
kemampuan menampilkan gambar sekaligus kemampuan proses data dan kemampuan
input dan tracking, contohnya seperti smartphone, dan PDA. Terakhir adalah
spasial AR, dimana citra visual langsung ditampilkan ke objek fisik tanpa
penggunanya harus membawa perangkat display, pada spatial augmented reality
perangkat disiapkan pada satu tempat dan tidak dapat dipindah pindahkan seperti
pada handheld display, atau HMD.
Cara kerja AR terbagi dua macam
berdasarkan metode yaitu:
1. Marker Augmented
Reality Marker biasanya merupakan ilustrasi hitam dan putih persegi dengan
batas hitam tebal dan latar belakang putih. Komputer akan mengenali posisi dan
orientasi marker dan menciptakan dunia virtual 3D yaitu titik (0,0,0) dan 3
sumbu yaitu X,Y,dan Z. Marker Based Tracking ini sudah lama dikembangkan sejak
1980-an dan pada awal 1990-an mulai dikembangkan untuk penggunaan Augmented
Reality.
2. Markerless
Augmented Reality Metode ini pengguna tidak perlu lagi menggunakan sebuah
marker untuk menampilkan elemen-elemen digital. Saat ini markerless Augmented
Reality banyak dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan besar, mereka telah
membuat aplikasi AR dengan berbagai macam teknik Markerless Tracking sebagai
teknologi andalan mereka, seperti Face Tracking, 3D Object Tracking, dan Motion
Tracking.
· Face Tracking Face Tracking
merupakan markerless AR yang menggunakan algoritma yang dikembangkan sehingga
komputer dapat mengenali wajah manusia secara umum dengan cara mengenali posisi
mata, hidung, dan mulut manusia, kemudian akan mengabaikan objek-objek lain di
sekitarnya seperti pohon, rumah, dan bendabenda lainnya.
· 3D Objectt Tracking Berbeda dengan
Face Tracking yang hanya mengenali wajah manusia secara umum, teknik 3D Object
Tracking dapat mengenali semua bentuk benda yang ada disekitar, seperti mobil,
meja, televisi, dan lain-lain.
· Motion Tracking Teknik komputer ini
dapat menangkap gerakan. Tracking telah mulai digunakan secara ekstensif untuk
memproduksi film-film yang mencoba mensimulasikan gerakan.
· GPS Based Tracking Teknik GPS Based
Tracking saat ini mulai populer dan banyak dikembangkan pada aplikasi
smartphone (iPhone dan Android). Dengan memanfaatkan fitur GPS dan kompas yang
ada didalam smartphone, aplikasi akan mengambil data dari GPS dan kompas
kemudian menampilkannya dalam bentuk arah yang kita inginkan secara realtime,
bahkan ada beberapa aplikasi menampikannya dalam bentuk 3D.
https://www.youtube.com/watch?v=Go451w8enJE&t=5s
https://www.youtube.com/watch?v=SqeocXkDjas
Apa pengaruh positif dan negatif AR dalam pembelajaran Matematika ?
BalasHapus